Aku alumni Anak SGM

“Aku anak SGM!”, dengan bangga mengakui bahwa, aku adalah alumni anak SGM. Berdasarkan cerita ibuku, aku mulai mengonsumsi susu pertumbuhan SGM sejak tahun 1995 hingga usiaku 5 tahun. Kini,  orang tuaku selalu merekomendasikan SGM sebagai susu pertumbuhan untuk diberikan kepada anakku. Senang rasanya, bisa menjadi bagian dari perjalanan panjang SGM Ekplor yang sejak tahun 1954 telah membantu memenuhi nutrisi anak-anak Indonesia dan mendukung perkembangan kognitif anak. Sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, setiap anak Indonesia berhak untuk mendapatkan akses untuk jadi generasi maju. Namun, tidak semua anak berada dalam kondisi beruntung dan masih harus menghadapi tantangan dalam pemenuhan akses nutrisi dan pendidikan yang optimal sebagai fondasi mereka mencapai kemajuan.

Tantangan Bagi Indonesia dalam Mewujudkan SDM Unggul Masa Depan

Fakta pahitnya, Indonesia masih harus berjuang lebih niat dalam menghadapi berbagai tantangan dalam mempersiapkan SDM unggul untuk kemajuan masa depan bangsa. Tantangan tersebut antara lain; pemerataan akses pendidikan dan nutrisi di seluruh daerah, dan masih banyaknya masyarakat yang dalam kondisi kurang beruntung. Terlebih lagi, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak dan tantangan yang besar terhadap akses pendidikan, kesehatan, dan ketahanan ekonomi bagi 80 juta anak di Indonesia. Pada tahun 2021, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk kurang gizi tertinggi di Kawasan Asia Tenggara. Selain itu, dari sisi pendidikan, kejadian putus sekolah masih mewarnai proses pendidikan di Indonesia, dimana 1 dari 1.000 siswa putus sekolah di jenjang SD/Sederajat. Data-data tersebut semakin memperkuat fakta sebelumnya yang menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak di Indonesia masih mengalami kekurangan akses nutrisi dan pendidikan yang memadai untuk bisa mencapai kemajuan.

Momen "Tunjuk Tangan Untuk Generasi Maju Indonesia"
Beruntungnya aku mendapatkan kesempatan menghadiri acara press conference “Tunjuk Tangan Untuk Generasi Maju Indonesia” SGM Eksplor di The Westin Hotel, Jakarta, pada hari Rabu, 14 November 2022. Press conference kali ini menghadirkan pembicara yang merupakan tokoh-tokoh hebat kebanggan Indonesia, yakni Ibu Septi Peni Wulandani, Pemerhati ibu dan anak, Founder school of life  dan Ibu Profesional; Kak Greysia Polii, Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020; Miss Merry Riana, Motivator dan Pengusaha.

Jadi, Bun, SGM Eksplor itu ternyata sejak tahun 2019 sudah menginisiasi gerakan sosial #AyoTunjukTangan. Nah, melihat dampak pandemi yang benar-benar terasa terutama di kalangan keluarga kurang mampu, di tahun 2022 ini, SGM Eksplor kembali menghadirkan gerakan sosial ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’.

Melalui gerakan ini, SGM Eksplor bersama para mitra serta Bunda di Indonesia telah berhasil memberikan dukungan akses nutrisi, kesehatan dan pendidikan kepada lebih dari 200.000 Anak Indonesia yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia, melalui pembelian produk SGM Eksplor. Inisiatif ini merupakan upaya SGM Eksplor untuk mendukung akses kemajuan anak Indonesia sebagai bagian dari mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sejak dini untuk mewujudkan visi pemerintah Generasi Emas 2045.

Septi Peni Wulandari dalam acara Press Conference SGM Eksplor
Ibu Septi Peni Wulandari dalam acara Press Conference SGM Eksplor

Gerakan Sosial "Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia" Dukungan Nyata SGM Eksplor Wujudkan Generasi Emas 2045

“Anak merupakan hal terpenting bagi orang tua sekaligus menjadi harapan masa depan bangsa. Namun, saat ini masih banyak anak-anak Indonesia yang menghadapi tantangan untuk mendapatkan akses kemajuan, diantaranya akses nutrisi dan pendidikan sebagai langkah awal dalam mengembangkan potensi maksimal mereka." papar ibu Septi Peni Wulandani, Pemerhati ibu dan anak, Founder school of life  dan Ibu Profesional.

Dukungan kolektif dari masyarakat dan berbagai pihak termasuk sektor swasta menjadi sangat penting untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi anak-anak Indonesia agar dapat mendorong terciptanya cita-cita menuju Generasi Emas 2045 yang diusung pemerintah. Menurut Ibu Septi Peni, inisiatif yang telah dilakukan oleh SGM Eksplor melalui gerakan sosial ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’ sangat patut diapresiasi sebagai upaya untuk mengajak semua pihak saling mendukung kemajuan anak Indonesia dan mewujudkan ‘Generasi Emas 2045.

Senior Brand Manager SGM Eksplor, Shiera Syabila Maulidya mengatakan, “SGM Eksplor percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan hak yang sama untuk meraih kemajuan, sehingga tidak ada anak yang boleh tertinggal dalam mendapatkan akses kemajuan, termasuk akses nutrisi dan pendidikan. Guna mendukung anak-anak Indonesia tumbuh jadi Anak Generasi Maju, SGM Eksplor meyakini bahwa upaya kolaborasi bersama harus terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk menghadapi berbagai tantangan terhadap akses pendidikan dan nutrisi yang masih dihadapi anak di Indonesia. Untuk itu, di tahun 2022 ini, melalui gerakan sosial ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’, SGM Eksplor kembali mengajak berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang menghadapi tantangan akses nutrisi dan juga pendidikan. Hal ini juga menjadi upaya dari SGM Eksplor agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan agar tumbuh maksimal jadi Anak Generasi Maju.”

Shiera Syabila Maulidya, Senior Brand Manager SGM Eksplor
Shiera Syabila Maulidya, Senior Brand Manager SGM Eksplor

Selama lebih dari 68 tahun hadir dan nutrisi untuk masyarakat Indonesia, SGM Eksplor berkomitmen untuk melakukan berbagai inovasi produk untuk menjawab kebutuhan nutrisi anak-anak Indonesia. Salah satunya adalah permasalahan anemia atau kekurangan zat besi yang masih dialami sekitar 1 dari 3 anak berusia di bawah 5 tahun di Indonesia. Padahal zat besi merupakan salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan maksimal fisik dan perkembangan fungsi kognitif anak. Oleh karena itu, dalam upaya pemenuhan akses nutrisi bagi anak Indonesia, SGM Eksplor Progress-Maxx juga telah menghadirkan inovasi susu pertumbuhan satu-satunya yang mengandung Iron-C™ - kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, yang berguna untuk dukung penyerapan nutrisi penting dengan maksimal, serta mengandung nutrisi penting lainnya  seperti DHA, Minyak ikan tuna, Omega 3&6, Serat pangan, dan Zinc. 

Sebagai produk susu pertumbuhan nomor 1 yang majukan 75 juta anak Indonesia sejak 1954, SGM Eksplor terus berkomitmen dengan menghadirkan dan mengembangkan produk bernutrisi yang terjangkau dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia yang diformulasikan untuk dukung si Kecil tumbuh maksimal di 4 aspek agar jadi Generasi Maju, yaitu dukung Daya pikir, Pencernaan, Daya tahan tubuh, dan Pertumbuhan maksimal. SGM Eksplor telah mendukung pemenuhan nutrisi anak-anak Indonesia untuk dapat meraih kemajuan dengan beragam prestasi di bidangnya masing-masing, seperti yang telah dibuktikan oleh Greysia Polii dan Merry Riana.

Talkshow bersama kak Greysia Polii, Miss Merry Riana dan Ibu Septi Peni
Talkshow bersama kak Greysia Polii, Miss Merry Riana dan Ibu Septi Peni
Dalam kurun waktu 68 tahun SGM Eksplor hadir dan menyediakan nutrisi bagi anak-anak Indonesia, telah banyak anak-anak SGM yang tumbuh menjadi generasi maju, salah satunya Greysia Polii, Peraih Medali Emas pada Olympiade Tokyo 2020. Ia merupakan atlet bulutangkis kebanggan Indonesia yang menjadi inspirasi anak-anak generasi maju masa di masa mendatang. Pada diskusi yang berlangsung di The Westin Hotel lalu, Greysia Polii dengan bangga menyambut positif adanya gerakan sosial dari SGM Eksplor yang mendukung akses nutrisi dan pendidikan bagi anak-anak di Indonesia agar bisa menjadikan mereka generasi maju seperti prestasi yang telah diraihnya dengan dukungan Bunda dan nutrisi tepat.

“Sejak kecil, dengan segala rintangan yang harus saya lewati, tidak membuat saya pantang menyerah, keberhasilan saya saat ini tidak lepas dari  dukungan optimal dari Bunda. Salah satunya dengan memastikan saya mendapatkan nutrisi yang terbaik dan akses pendidikan yang optimal sehingga saya memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpi menjadi atlet bulutangkis namun tetap tidak menomor duakan pendidikan formal hingga juga bisa menyelesaikan kuliah. Dari hasil perjuangan dan dukungan tersebut, akhirnya saya bisa berhasil menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020, membuktikan peran saya sebagai Anak Generasi Maju yang bisa memajukan bangsa,” ujar Greysia Polii.

Hadir pula seorang motivator dan pengusaha sukses kesayanganku, Miss Merry Riana yang  juga menyampaikan bahwa berbagai pihak harus dapat terus mendukung kemajuan anak-anak Indonesia agar bisa memperjuangkan mimpi-mimpi mereka.

“Untuk meraih kesuksesan, memang banyak tantangan yang harus dihadapi. Seperti dalam perjalanan hidup saya yang tidak selalu mulus dan tidak semua mempunyai latar belakang ekonomi yang memadai. Namun, di setiap kesulitan yang dialami, kita harus terus percaya diri dan berusaha dengan maksimal dalam menciptakan kesempatan untuk terus maju. Perjuangan tersebut bisa menjadi inspirasi memotivasi banyak orang, khususnya bagi para orang tua untuk bisa terus mendukung anak-anak mereka menggapai mimpi. Inilah upaya saya memajukan bangsa, memotivasi sebanyak mungkin orang, termasuk para orang tua, untuk terus memberikan dukungan optimal bagi anak agar bisa jadi generasi maju,” jelas Merry Riana

Foto bersama Greysia Polii, Merry Riana dan para peserta Press Conference SGM Eksplor yang hadir
Foto bersama idola dan para peserta Press Conference SGM Eksplor yang hadir

Melalui gerakan sosial ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’, SGM Eksplor telah berhasil memberikan dampak positif dan dukungan akses nutrisi, kesehatan dan pendidikan kepada lebih dari 200.000 Anak Indonesia yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia untuk mendukung kemajuan bangsa. Dukungan  tersebut disalurkan dalam bentuk menyediakan paket donasi nutrisi untuk anak usia di atas 1 tahun, donasi paket beasiswa pendidikan, renovasi atau rehabilitasi infrastruktur sarana pendidikan, dan fasilitas pendukung yang memadai untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (online). SGM Eksplor juga menggandeng organisasi sosial yakni SOS Children’s Villages untuk mendukung penyaluran bantuan donasi agar bisa menjangkau anak-anak Indonesia yang membutuhkan di seluruh wilayah Indonesia. 

Sebagai orang tua dari seorang anak berusia balita sekaligus alumni anak SGM, aku tentu mendukung gerakan sosial yang diinisiasi SGM Eksplor karena tentunya membawa dampak positif bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Cara mendukung gerakan sosial "Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia" ini pun mudah, cukup dengan membeli susu pertumbuhan SGM Eksplor kita otomatis sudah turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Jadi aku merasa dengan mengonsumsi SGM Eksplor tidak hanya membantu memenuhi nutrisi harian anakku tapi juga turut membantu anak-anak Indonesia untuk menggapai mimpi mereka.

Akhir kata, aku berharap semoga sukses terus SGM Eksplor dengan gerakan sosial "Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju", semoga semakin banyak yang ikut berkontribusi dan mengikuti langkah kalian untuk bahu-membahu membantu pemerintah Indonesia mewujudkan Generasi Emas 2045.

#NutrisiAnak #TumbuhKembangAnak #PerkembanganKognitifAnak #SusuPertumbuhan #SGMEksplor #GenerasiMaju


Sumber Data:

Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Statistik Pendidikan 2021

UNICEF. 2020. COVID-19 dan Anak-Anak di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI. 2018. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018

Bertemu Dion Wiyoko dalam event IdeaFest 2022

Bertahun-tahun hidup di kota metropolitan seperti Jakarta, aku merasakan betul betapa perubahan iklim begitu nyata. Salah satu dampak perubahan iklim yang sangat aku rasakan adalah hawa panas yang begitu menyangat tubuh. Apalagi aku tidak menggunakan AC di rumah. Meningkatnya suhu di Bumi menyebabkan timbulnya dampak kesehatan, ketahanan pangan serta kesejahteraan bagi manusia. Berbagai upaya terus didorong untuk memitigasi dampak ini. Bertransformasi ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan menjadi sebuah keharusan untuk diimplementasikan oleh semua pihak, baik dari Pemerintah, sektor usaha dan industri, maupun masyarakat biasa seperti kita sebagai individu.

Kebetulan banget aku berkesempatan menghadiri acara Talkshow di Event IdeaFest 2022. IdeaFest merupakan festival industri kreatif terbesar di Indonesia yang berlangsung di Jakarta Convension Center (JCC) Senayan mulai tanggal 24 – 27 November 2022. Dalam perjalanan pelaksanaannya, Idefest terus mendorong insan kreatif tanah air untuk mengembangkan potensi mereka. Ideafest 2022 mengusung tema “Reality Re: define” yang bertujuan memberikan pencerahan, terutama untuk perspektif yang berorientasi kepada perubahan. Dari adanya acara ini diharapkan menjadi ajang kolaborasi dan menjalin keterhubungan kembali di antara kita dan kembali ke realitas yang ada.

Full house! Talkshow Danone-AQUA dihadiri oleh peserta peminat isu lingkungan

Aku sendiri secara khusus datang untuk menyimak Talkshow yang diadakan oleh Danone Indonesia yang bertajuk “Net Zero Hero”. Pembicaranya keren-keren; ada mas Agung Bimo Listyanu, , CEO Carbon Ethics; Ratih Anggraeni, Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia; dan aktor Dion Wiyoko sebagai praktisi gaya hidup berkelanjutan.

Hi, Parents! apakah kamu akrab mendengar nama-nama ilmuwan berikut; Isaac Newton, Charles Darwin, Napoleon Bonaparte? Iya dong pastinya. Tahukah kamu bahwa mereka yang terkenal genius dan pemimpin tangguh tersebut dulunya terlahir prematur. Lalu, apa yang kamu ketahui tentang anak terlahir prematur??? Jujur saja, pengetahuanku tentang anak kelahiran prematur sangat minim, bahkan hanya sebatas anak yang terlahir sebelum waktunya dan belum matang organ-organ tubuhnya. World Health Organization (WHO) menyatakan 1 dari 10 anak lahir prematur. Setiap tahunnya di seluruh dunia diperkirakan ada sebanyak 15 juta anak di seluruh dunia yang lahir prematur. Adapun kelahiran prematur adalah yang terjadi antara usia kehamilan 20 minggu sampai kurang dari 37 minggu.

Bertepatan dengan peringatan World Prematurity Day (WPD) 2022 atau Hari Prematur Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 November, aku mengikuti event webinar yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia. Rabu, 15 November 2022, Danone Specialized Nutrition Indonesia menyelenggarakan edukasi dengan topik “Peran Orang Tua Untuk Dukung Anak Prematur Tumbuh Sehat Dan Berprestasi” dengan menghadirkan pembicara yakni Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswanto, SpA(K) selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Perinatologi dan Neonatalogi dan Irma Gustiana Andriani, S.Psi., M.Psi selaku Psikolog Anak dan Keluarga secara daring. Turut hadir pula Ibu Desi yang berbagi cerita tentang anaknya yang terlahir prematur namun tumbuh aktif, sehat dan berprestasi.

Pembicara pertama, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) - Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi menjelaskan bahwa anak prematur adalah anak yang dilahirkan kurang dari 37 minggu usia gestasi (waktu antara konsepsi – proses pembuahan sel telur dan persalinan). Pertumbuhan dan perkembangan anak-anak ini harus dipantau terus-meneruskarena mereka masuk dalam kategori high risk atau risiko tinggi. Anak lahir prematur punya resiko dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan anak-anak yang lahir cukup bulan di awal kelahirannya.

Anak terlahir prematur dapat tumbuh dengan baik, sehat, dan berprestasi sebagaimana anak yang lahir cukup bulan, asalkan diberikan penanganan secara komprehensif mulai dari asupan nutrisinya seimbang, diberikan stimulasi kognitif yang tepat dan melakukan pendampingan tumbuh kembang secara fisik dan mentalnya.

Prof. dr. Rinawati menjelaskan, ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam tumbuh kembang anak terlahir prematur:

  • Physical Health; dilihat dari kesehatan fisiknya, anak-anak terlahir prematur biasanya memiliki masalah kesehatan fisik sangat bermacam-macam, mulai dari gangguan pernapasan dan ketergantungan oksigen karena masalah pada paru hingga gangguan penglihatan serta gangguan pendengaran yang harus dideteksi sedini mungkin. Oleh sebab itu, anak-anak terlahir prematur wajib selalu dimonitor dengan pengisian grafik pertumbuhan serta pemantauan aspek perkembangannya secara berkesinambungan
  • Learning and Cognition; secara kemampuan kognitif dan bahasa anak lahir prematur harus distimulasi agar mampu mencerna informasi serta berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Ini nantinya akan memengaruhi keterampilan pra-sekolah dan akademisnya.
  • Mental Health; anak-anak lahir prematur memiliki emosi yang stabil dan dapat merespon dengan tepat apa yang dihadapinya dengan behavior yang bagus saat tumbuh dari bayi menjadi anak-anak. Orang tua dapat mengetahui tanda-tanda anak mengalami kelainan sejak dini dengan memerhatikan berbagai tingkah laku dan kemampuan anak pada aktivitasnya sehari-hari. Misal, pada saat anak kurang merespons lawan bicara, anak belum dapat berbicara dan melakukan aktivitas-aktivitas dasar sesuai usianya, dsb. Nah, orang tua harus jeli dengan temuan-temuan tersebut agar segera mencari solusi dan penanganan agar anak mendapat bantuan untuk menjalani tumbuh kembang yang sebagaimana mestinya.
  •  Quality of Life; anak-anak terlahir prematur tetap harus memiliki kualitas hidup yang baik, mencakup fisik dan mental yang berjalan sesuai fungsinya. Secara fisik, organ-organ tubuh anak sudah berkembang dengan baik dan sempurna.
Kesehatan metabolik anak adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan terlebih ketika anak sudah mulai masuk sekolah. Menjelang anak memasuki usia remaja sering kali muncul gejala pubertas terlalu dini karena gangguan hormon. Inilah salah satu alasan mengapa pemantauan anak-anak prematur harus dilakukan sesering mungkin dengan melibatkan berbagai macam dokter spesialis agar anak-anak lahir prematur dapat memiliki kualitas hidup yang baik sehingga mereka dapat mengembangkan bakatnya dan berprestasi di berbagai bidang.

Peran Pengasuhan Orang Tua dalam Optimalisasi Perkembangan Anak Prematur

Seperti yang telah aku sebutkan di awal, anak-anak prematur juga bisa, lho, memiliki IQ tinggi bahkan jenius seperti Albert Einstein. Kemampuan kognitif anak-anak lahir prematur bisa setara dengan anak-anak seusianya yang lahir normal. Ibu Irma Gustiana, S. Psi, M. Psi, Psikolog Anak dan Keluarga menegasakan bahwa agar orang tua yang anaknya lahir prematur tidak perlu khawatir. Journal of America Medical Associaton atau JAMA mengungkapkan, hampir semua anak prematur di semua kategori (moderate to late preterm, very preterm dan extremely preterm) dapat masuk sekolah tepat waktu, sama dengan anak normal lainnya, baik TK, sekolah dasar, maupun menengah. Bahkan tak sedikit dari mereka yang memiliki bakat luar biasa yang tak disangka-sangka.

“Anak prematur adalah anak yang istimewa, mereka bisa tumbuh kembang optimal dan berprestasi,” ucapnya antusias

Anak prematur dapat menjalani kehidupan yang sehat dan Tangguh dengan fungsi keseluruhan yang baik. Bahkan kebutuhan skin to skin contact yang tinggi akan memaksimalkan perkembangan otak anak. kemudian, hal yang memengaruhi tumbuh kembang anak selain genetika adalah lingkungan. Dimana faktor lingkungan selain status gizi juga termasuk stimulasi dan kualitas pengasuhan. 

Jika dilihat dari faktor stimulasi, Irma menjelaskan ketika orangtua melakukan stimulasi maka akan merangsang otak untuk membentuk sinaps baru antar sel-sel otak. Semakin sering dirangsang maka akan semakin kuat sinaps antar sel-sel otak. Inilah alasan mengapa kunci dari stimulasi kognitif adalah belajar melalui pengalaman atau experiental learning. Pengalaman adalah katalisator untuk membuat pembelajaran berkembang menjadi kapasitas kemampuan.

“Suatu model proses belajar yang mengaktifkan pembelajaran untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalamannya secara langsung. Artinya anak-anak harus diberikan diberikan peluang untuk mengeksplorasi agar dapat mencoba hal baru sehingga banyak neuron di otaknya tersambung secara kuat dan kompleks. Maka dari sinilah tumbuh kembang anak prematur secara kognitif terjadi.” jelas Irma

Adapun enam hal yang harus diperhatikan oleh orang tua agar anak yang terlahir prematur dapat memeroleh kesempatan yang sama dengan anak-anak lahir cukup bulan, yaitu;

  1. Deteksi dini gangguan kesehatan. Penting bagi orangtua untuk berkonsultasi dengan dokter secara aktif untuk menemukan serta mengatasi segala hambatan yang dialami anak sejak dini
  2. Meningkatkan imunitas untuk meminimalisir segala gangguan kesehatan
  3. Menemukan tanda awal potensi anak
  4. Menumbuhkan percaya diri karena mereka rentan terhadap rasa tidak percaya diri. Caranya dengan memberikan kasih sayang, jangan memberikan label tertentu padanya, memotivasi anak untuk mau mencoba, serta puji usahanya ketika melakukan sesuatu.
  5. Modifikasi kegiatan dan terapi. Anak yang lahir prematur dengan beberapa hambatan membuat orangtua harus berpikir kreatif agar keinginan anak untuk eksplorasi tetap terpacu.
  6. Menjaga kualitas emosi orangtua. Karena apapun bentuk stimulasi yang diberikan kepada anak untuk mengoptimalisasi kemampuannya akan terhambat jika orangtua tidak terampil mengelola emosinya. 
Tantangan yang dialami oleh orang tua dari anak terlahir prematur sangat berat. Mereka melalui berbagai tantangan psikologis yang bisa dirasakan, mulai dari ketidaksiapan mental, postpartum emotion, tantangan ketika menyusui, kurang percaya diri, kelelahan, kemampuan finansial, masalah keluarga, dukungan pasangan, hingga stigma tentang anak prematur.

Peran orangtua dan lingkungan terdekat dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak lahir prematur menjadi anak yang berprestasi ada pada sosok Benazir Shahnaz Alqori yang akrab disapa Shahnaz. Shahnaz lahir dengan berat 529 gram dengan usia kelahiran 25 minggu. Kini ia duduk dikelas 9 dan memiliki segudang prestasi mulai dari mengikuti balet selama delapan tahun hingga mengikuti National Science and Mathematics Olympic.

Bagi Desi semua prestasi anaknya  adalah wujud ketekunannya dalam memberikan nutrisi yang optimal dan stimulasi yang baik serta dukungan kasih sayang dari keluarga yang mendampingi tumbuh kembang anaknya. Meski banyak perawatan intensif yang harus dijalani sejak kecil, namun orangtua Shahnaz tetap memberikan kepercayaan bahwa dirinya dapat tumbuh seperti anak-anak lainnya.

Melalui webinar edukasi oleh Danone Specialized Nutrition (SN Indonesia) ini aku mendapatkan banyak sekali informasi tentang anak prematur dan betapa pentingnya peran orang tua terhadap tumbuh kembang anak-anak lahir prematur sehingga menjadi anak sehat dan berprestasi. Intinya, bagaimanapun keadaannya, anak-anak yang terlahir prematur maupun cukup bulan harus diperhatikan dengan seksama tumbuh-kembangnya. Jangan pernah membanding-bandingkan anak satu dengan yang lainnya karena setiap anak itu unik dan mereka telah berjuang sedemikian rupa untuk hidup sejak awal lahir di dunia.

Sebagai orang awam yang tidak (semoga tidak akan pernah) mengalami melahirkan anak prematur, kita cukup memberikan dukungan mora-psikologis untuk para orang tua yang mengalami hal tersebut. Tahan diri untuk tidak banyak bertanya maupun mengomentari teman atau saudara kita yang melahirkan anak prematur. Kita bisa berkontribusi bila dibutuhkan, bahkan sekecil memberikan perhatian kepada ibu dari bayi prematur itu sudah sangat berarti.


Semoga rangkuman webinar ini bermanfaat bagimu. Happy World Primaturity Day 2022!

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan berbagai inovasi yang perlahan tapi pasti mulai menggeser peran manusia dalam berbagai sektor. Sebagai orang tua dari anak-anak generasi alpha, jujur saja aku merasa memiliki beban tersendiri. Mengingat kedepannya persaingan hidup semakin ketat dan merasa bahwa anak-anak generasi masa kini merupakan  calon-calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia, aku perlu mendorong serta memaksimalkan tumbuh kembang anakku yang kini berusia 4 tahun, terutama perkembangan kognitifnya. Mengoptimalkan perkembangan kognitif anak dengan stimulasi yang tepat akan menjadi bekal kehidupan anak sehingga menjadi individu dengan daya tahan tubuh kuat, kompeten untuk adaptif, inovatif, dan mampu bersaing hingga menjadi anak pemenang.

Agar menjadi orang tua yang percaya diri mendampingi anak dan mengoptimalkan perkembangan kognitif si Kecil, aku mengikuti kegiatan Webinar bersama para narasumber ahli di bidangnya. Webinar yang diselenggarakan oleh dan Danone Specialized Nutrition Indonesia pada Rabu, 26 Oktober 2022, bertajuk “Bicara Gizi: Optimalisasikan Perkembangan Kognitif Anak dengan Daya Tahan Tubuh Yang Kuat dan Stimulasi Yang Tepat” menghadirkan narasumber ahli; dr. Molly Oktarina, Sp. A(K), Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Alergi Imunologi; Ratih Ibrahim, M. M., Psikolog Klinis, selaku CEO & Founder Personal Growth, Senior Clinical Psychologist dan Parenting Expert; serta Dr. dr. Ray  Wagiu Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia.

Berikut ini ada 3 tips yang bisa aku simpulkan agar kita menjadi orang tua yang percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khusunya mengoptimalkan perkembangan kognitif si Kecil;

Plastik adalah bahan unik yang selalu kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Plastik digunakan sebagai wadah untuk memindah makanan atau minuman. Plastik cenderung murah, kuat, ringan, mudah didapatkan, dan tahan lama. Ketahannnya tersebut membuat plastik tidak mudah terurai. Setelah digunakan selama puluhan tahun, plastik menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan termasuk bagi keanekaragaman ekosistem laut.

Aku pernah melihat langsung bagaimana rusa dan monyet yang berkeliaran di daerah wisata di Solo mengorek-ngorek bak sampah. Rusa-rusa dan monyet-monyet tersebut menjilat-jilat sampah plastik bekas wadah makanan dan minuman yang dibuang manusia. Hal terburuknya, bisa saja hewan-hewan tersebut sengaja atau tidak sengaja menelan sampah plastik. Miris sekali.

Event pemaparan hasil Kajian LPEM UI

Nah, sebagai salah satu perusahaan yang menggunakan wadah plastik untuk menyimpan air minum yang kita konsumsi sehari-hari, Danone-AQUA menginisiasi Gerakan #BijakBerplastik sejak tahun 2018. Gerakan #BijakBerplastik memiliki tiga pilar, yakni Pengumpulan, Edukasi dan Inovasi. Ketiga pilar itulah yang berhasil menempatkan Danone-AQUA sebagai satu-satunya perusahaan produsen minuman yang menggunakan bahan-bahan daur ulang hingga 25% dalam seluruh produknya dan terus berkomitmen membuat 100% kemasan plastiknya dapat digunakan ulang, didaur ulang atau dijadikan kompos pada tahun 2025. Gerakan #BijakBerplastik juga mendukung usaha inklusivitas ekosistem pengelolaan sampah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan nilai tambah yang menghasilkan dampak sirkular serta pertambahan nilai.

Bekerja dimanapun dan dalam sektor apapun pasti memiliki resiko. Sementara itu, memiliki karyawan yang sehat dan dapat bekerja optimal adalah harapan setiap perusahaan, tak terkecuali UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Bukan tanpa alasan, jika SDM yang bekerja itu sehat, maka kinerja perusahaan juga lebih optimal. Apalagi UMKM yang jumlah karyawannya sedikit, kalau saja ada yang sakit pasti memengaruhi jalannya usaha.

UMKM Membangun Perekonomian Bangsa
UMKM Membangun Perekonomian Bangsa (foto: Alfizza Murdiyono)
Buat teman-teman pemilik UMKM sekarang tidak perlu bingung lagi dalam mencari perlindungan yang tepat untuk asset terbesarnya, yaitu karyawan. Kemarin, tepatnya hari Kamis, 22 September 2022, aku mengikuti event Peluncuran Platform Digital “SME Connect” oleh PT FWD Insurance Indonesia (“FWD Insurance”) di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Aku mendapatkan banyak sekali insight baru soal betapa pentingnya Asuransi Kumpulan Untuk Karyawan UMKM dan juga bagi pemilik usaha.

Beberapa bulan lalu, aku melihat musibah kebakaran di dapur bersama (cloud kitchen) UMKM dekat rumahku. Untungnya saja tidak ada korban jiwa. Setelah ditelusuri kemudian diketahui bahwa kebakaran disebabkan oleh arus pendek. Sejak saat itu aku sadar kalau resiko kecelakaan kerja pegawai UMKM sama besarnya dengan pegawai perusahaan besar maupun pegawai pabrik.

Ada baiknya jika pemilik UMKM mulai mempertimbangkan untuk memberikan perlindungan terhadap resiko yang mungkin dialami oleh karyawan. Adanya perlindungan terhadap resiko karyawan juga memberikan imej baik pada UMKM sebagai usaha yang peduli kesehatan karyawannya dan juga meringankan beban keuangan di masa depan.

“Rambut adalah mahkota wanita”, begitulah sekiranya perumpamaan yang akrab kita dengar. Perumpaan tersebut menunjukkan betapa pentingnya merawat rambut. Rambut yang terawat tak hanya indah dipandang namun juga membuat kita tampil percaya diri. Demikian pula bagi seorang wanita berhijab sepertiku. Kulit kepala dan rambut yang sehari-hari ditutupi hijab tetap perlu mendapat perawatan terbaik karena rambut sehat = kulit kepala sehat.

Rambut Sehat = Kulit Kepala Sehat

Sebagai perempuan berhijab, permasalahan kulit kepala dan rambut yang kerap aku alami adalah kulit kepala gatal, rambut kering dan rontok. Rambut yang tertutup juga memunculkan ketombe karena lembap. Tak jarang juga rambut menjadi bau apek terlebih setelah menaklukan jalanan ibukota. Meski rutin keramas, ternyata tidaklah cukup untuk membuat kulit kepala dan rambut menjadi bersih, sehat serta kuat.

Lantas, bagaimana perawatan kulit kepala dan rambut yang baik, khususnya bagi wanita berhijab? Apakah perlu rutin treatment di salon?

© Alfizza Murdiyono · Designed by Sahabat Hosting