Bekerja dimanapun dan dalam sektor apapun pasti memiliki resiko. Sementara itu, memiliki karyawan yang sehat dan dapat bekerja optimal adalah harapan setiap perusahaan, tak terkecuali UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Bukan tanpa alasan, jika SDM yang bekerja itu sehat, maka kinerja perusahaan juga lebih optimal. Apalagi UMKM yang jumlah karyawannya sedikit, kalau saja ada yang sakit pasti memengaruhi jalannya usaha.

UMKM Membangun Perekonomian Bangsa
UMKM Membangun Perekonomian Bangsa (foto: Alfizza Murdiyono)
Buat teman-teman pemilik UMKM sekarang tidak perlu bingung lagi dalam mencari perlindungan yang tepat untuk asset terbesarnya, yaitu karyawan. Kemarin, tepatnya hari Kamis, 22 September 2022, aku mengikuti event Peluncuran Platform Digital “SME Connect” oleh PT FWD Insurance Indonesia (“FWD Insurance”) di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Aku mendapatkan banyak sekali insight baru soal betapa pentingnya Asuransi Kumpulan Untuk Karyawan UMKM dan juga bagi pemilik usaha.

Beberapa bulan lalu, aku melihat musibah kebakaran di dapur bersama (cloud kitchen) UMKM dekat rumahku. Untungnya saja tidak ada korban jiwa. Setelah ditelusuri kemudian diketahui bahwa kebakaran disebabkan oleh arus pendek. Sejak saat itu aku sadar kalau resiko kecelakaan kerja pegawai UMKM sama besarnya dengan pegawai perusahaan besar maupun pegawai pabrik.

Ada baiknya jika pemilik UMKM mulai mempertimbangkan untuk memberikan perlindungan terhadap resiko yang mungkin dialami oleh karyawan. Adanya perlindungan terhadap resiko karyawan juga memberikan imej baik pada UMKM sebagai usaha yang peduli kesehatan karyawannya dan juga meringankan beban keuangan di masa depan.

“Rambut adalah mahkota wanita”, begitulah sekiranya perumpamaan yang akrab kita dengar. Perumpaan tersebut menunjukkan betapa pentingnya merawat rambut. Rambut yang terawat tak hanya indah dipandang namun juga membuat kita tampil percaya diri. Demikian pula bagi seorang wanita berhijab sepertiku. Kulit kepala dan rambut yang sehari-hari ditutupi hijab tetap perlu mendapat perawatan terbaik karena rambut sehat = kulit kepala sehat.

Sebagai perempuan berhijab, permasalahan kulit kepala dan rambut yang kerap aku alami adalah kulit kepala gatal, rambut kering dan rontok. Rambut yang tertutup juga memunculkan ketombe karena lembap. Tak jarang juga rambut menjadi bau apek terlebih setelah menaklukan jalanan ibukota. Meski rutin keramas, ternyata tidaklah cukup untuk membuat kulit kepala dan rambut menjadi bersih, sehat serta kuat.

Lantas, bagaimana perawatan kulit kepala dan rambut yang baik, khususnya bagi wanita berhijab? Apakah perlu rutin treatment di salon?

Hi, teman-teman. Kharisma Tentara Nasional Indonesia (TNI) memang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Ada stereotipe dalam hal percintaan yang berkembang di masyarakat, yang mana anggota TNI biasanya berjodoh dengan tenaga kesehatan, entah itu dokter, perawat atau bidan. Kisah percintaan anatara tentara dan tenaga kesehatan pula lah yang menjadi inspirasi bagi para pembuat film maupun sinteron dalam dan luar negeri.

Poster Promo Sinetron Bintang Samudera ANTV
Poster Promo Sinetron Bintang Samudera ANTV

Kerjasama ANTV, Verona Picture dan TNI AL Hadirkan Sinetron "Bintang Samudera"

Sebelumnya aku ingin bertanya, apa sih yang kamu ketahui tentang TNI Angkatan Laut? Mungkin banyak dari kita yang tidak tahu seluk-beluk kehidupan salah satu cabang tingkatan perang Tentara Nasional Indonesia yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan Negara Republik Indonesia di laut. Berbeda dengan TNI Angkatan Darat yang mungkin sering terlihat, TNI AL kurang terlihat di mata awam karena tugasnya lebih banyak di laut lepas untuk menjaga kedaulatan NKRI. Oleh sebab itu, ANTV berinisiatif menghadirkan sinetron keren berjudul “Bintang Samudera” yang terinspirasi dari kehidupan prajurit TNI Angkatan Laut lengkap beserta bumbu-bumbu drama kehidupan dan percintaannya.

Sebagi penikmat sinetron dan perfilman Indonesia, jujur saja aku belum pernah menonton film maupun sinetron yang mengangkat tema atau berlatar belakang kehidupan prajurit Tentara Angkatan Laut. Sinetron “Bintang Samudera” merupakan hasil kerjasama antara ANTV, Verona Picture, dan TNI Angkatan Laut Indonesia yang diresmikan pada hari Senin, 29 Agustus 2022 di KRI Banda Aceh – 593. Episode pertama sinetron “Bintang Samudera” akan tayang pada Senin, 19 September 2022. 

Media sosial, di awal kemunculannya hadir sebagai salah satu produk teknologi yang digunakan orang untuk sekadar saling terhubung dan berbagi momen dengan teman maupun keluarga. Saat ini media sosial tak hanya berfungsi sebagai wadah bersosialisasi, namun juga menjadi media pemasaran, hiburan, pendidikan dan juga berbagi infomasi terkini dari berbagai belahan dunia. Konten-konten yang tersebar di media sosial dihasilkan atau diproduksi oleh mereka yang disebut content creator (pembuat konten).

Sekarang, media sosial sudah banyak ragamnya, ada Instagram, Twitter yang mulai populer lagi, Youtube, TikTok, Whatsapp, dan sebagainya. Content creator pun kini menjadi profesi yang diidamkan anak-anak Indonesia karena dianggap dapat membuat mereka menjadi orang terkenal secara instan dan juga meraup kekayaan serta kekuatan dari dukungan para fans (fanatik). Namun ironisnya, banyak anak muda yang terjebak dalam pemikiran serba instan itu berlomba-lomba menciptakan -yang mereka sebut- karya yang justru kaya sensasi minim esensi.

KIAT Membuat Konten Menarik Terkait Isu Keberlanjutan Lingkungan dan Masyarakat
KIAT Membuat Konten Menarik Terkait Isu Keberlanjutan Lingkungan dan Masyarakat

Bicara soal konten itu seperti nggak ada habisnya, sangat dinamis. Selama terjun di dunia perkontenan, aku sih belum pernah merasakan yang namanya viral atau masuk fyp, hehe. Makanya  nih, waktu Danone ngadain event online Danone Community Engagement Day 2022 bertajuk "KIAT (Kelas Intensif Membuat Konten)". aku gercep daftar. Apalagi, narasumbernya Gerald Vincent, seorang konten kreator yang videonya sering viral di TikTok. Oh iya, FYI, konten-kontennya kak Gerald yang viral itu bukan konten joget-joget, melainkan konten edukasi. Mantap!

Air merupakan kebutuhan esensial dalam keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Untuk menjaga ketersediaan dan melestarikan sumberdaya air agar tetap layak digunakan tentu dibutuhkan kolaborasi multipihak dalam pengelolaannya. Oleh sebab itu, aku ingin sekali membagikan informasi penting yang aku dapatkan saat mengikuti kegiatan Lokakarya Pengelolaan Terpadu DAS Rejoso melalui Investasi Bersama Sumberdaya Air pada tanggal 25 agustus 2022 di J.S. Luwansa, Jakarta.

Ada baiknya jika kita mengenal lokasi DAS Rejoso itu berada, yakni di Kabupaten Pasuruan. Kabupaten Pasuruan terletak di Provinsi Jawa Timur yang sebelah utara berbatasan dengan Kota Pasuruan, Selat Madura dan Kabupaten Sidoarjo, sebelah selatan dibatasi oleh Kab. Malang, sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Mojokerto dan Kota Batu, serta sebelah Timur berbatasan dengan Kab. Probolinggo. 

Kabupaten Pasuruan memiliki potensi air yang melimpah. Air yang berasal dari mata air dan tampungan air hujan di punggung-punggung gunung mengalir melalui sungai-sungai kecil hingga bermuara ke sungai besar hingga membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS). DAS terdiri dari subsistem hulu, tengah dan hilir.

Citra satelit DAS Rejoso bagian hulu
Citra satelit DAS Rejoso bagian hulu (doc. Tim ICRAF)

Sejak boomingnya aplikasi TikTok, musik koplo semakin naik daun. Apapun jenis musiknya, kalau di-remix atau dibikin koplo dengan apik pasti hits, bikin ingin joged dan video yang diunggah mendulang banyak penonton. Musik koplo yang awalnya menjadi selera lokal masyarakat menengah ke bawah di pantai utara Jawa Timur kini menjadi selera nasional, bahkan mungkin juga digandrungi netizen internasional. Saking besarnya animo masyarakat terhadap musik koplo, ANTV dan RANS Entertainment mengadakan ajang pencarian bakat KOPLO SUPERSTAR pertama dan terbesar di Indonesia, lho. WOW!

Lalu, bagaimana sih asal usul musik koplo dan perkembangannya bisa sampai sepopuler sekarang?

Koplo Superstar ANTV
Aku di ruang transit peserta audisi Koplo Superstar

Saat kuliah aku merantau dan tinggal di wilayah Pantura Jawa Tengah. Hampir setiap pagi ibu kos selalu memutar lagu-lagu dangdut dengan lirik unik, agak nyeleneh tapi musiknya berhasil mengundang siapapun yang mendengar untuk bergoyang. Belakangan aku ketahui musik dangdut tersebut merupakan ‘dangdut koplo’.

Stunting, sebuah istilah yang baru aku kenal sejak menjadi ibu, kira-kira menjelang kelahiran anak pertamaku empat tahun yang lalu. Agak terlambat rasanya, karena tidak ada yang pernah memberitahuku soal stunting ini dengan lebih jelas. Dokter dan bidan tempat aku periksa kehamilan juga tidak pernah menyampaikan soal stunting maupun pencegahannya.

Ketika anak sudah lahir dan hampir memasuki fase MPASI, barulah aku mencari tahu lebih dalam lagi soal stunting. Semua bermula dari omongan orang tuaku yang terus mengomentari berat badan anakku yang dinilai kecil. Belum lagi kalau melihat anak-anak sepantarannya yang terlihat lebih tinggi dari anakku.

Sejak pandemi covid-19, posyandu di daerahku tutup, dan aku sekeluarga berusaha membatasi diri untuk tidak pergi ke puskesmas selama tidak ada urgensinya. Aku dan suami tidak memiliki latar belakang pengetahuan tentang ilmu kesehatan. Kami sempat mengalami masa-masa stress karena khawatir dengan tinggi badan dan berat badan anak kami yang tidak terpantau oleh petugas kesehatan.

Akhirnya yang bisa kami lakukan selama pandemi adalah dengan belajar memantau sendiri tinggi, berat dan lingkar kepala anak kami lalu mencatatkannya di buku pink, baca buku atau informasi mengenai tumbuh kembang anak dan mengikuti webinar-webinar parenting salah satunya yang membahas tentang stunting.

© Alfizza Murdiyono · Designed by Sahabat Hosting