Showing posts with label artikel Lingkungan

Air merupakan kebutuhan esensial dalam keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Untuk menjaga ketersediaan dan melestarikan sumberdaya air agar tetap layak digunakan tentu dibutuhkan kolaborasi multipihak dalam pengelolaannya. Oleh sebab itu, aku ingin sekali membagikan informasi penting yang aku dapatkan saat mengikuti kegiatan Lokakarya Pengelolaan Terpadu DAS Rejoso melalui Investasi Bersama Sumberdaya Air pada tanggal 25 agustus 2022 di J.S. Luwansa, Jakarta.

Ada baiknya jika kita mengenal lokasi DAS Rejoso itu berada, yakni di Kabupaten Pasuruan. Kabupaten Pasuruan terletak di Provinsi Jawa Timur yang sebelah utara berbatasan dengan Kota Pasuruan, Selat Madura dan Kabupaten Sidoarjo, sebelah selatan dibatasi oleh Kab. Malang, sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Mojokerto dan Kota Batu, serta sebelah Timur berbatasan dengan Kab. Probolinggo. 

Kabupaten Pasuruan memiliki potensi air yang melimpah. Air yang berasal dari mata air dan tampungan air hujan di punggung-punggung gunung mengalir melalui sungai-sungai kecil hingga bermuara ke sungai besar hingga membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS). DAS terdiri dari subsistem hulu, tengah dan hilir.

Citra satelit DAS Rejoso bagian hulu
Citra satelit DAS Rejoso bagian hulu (doc. Tim ICRAF)
Kenangan momen panen padi di salah satu desa di Jawa Tengah tahun 2014 (doc. Alfizza)

Membahas soal hasil pertanian, ingatanku langsung berkelana pada memori indah masa kuliah. Saat liburan semester empat, aku sempat mengikuti sebuah program live in di rumah petani di pesisir utara Jawa Tengah. Desa tersebut indah dan damai karena dikelilingi lahan persawahan yang luas dengan sungai yang mengalir diantaranya dan ada pantainya juga.

Selama tiga hari tinggal bersama petani, aku mendapatkan pengalaman dan pembelajaran berharga. Salah satu pegalaman tak terlupakan adalah ketika aku dan kedua temanku ikut rombongan bapak-bapak dan ibu-ibu petani di desa memanen padi. Di momen inilah untuk pertama kalinya aku ikut merasakan mengarit padi, memisahkan padi dari tangkainya, menjemur dan menggiling padi agar terpisah dari sekamnya. Biasanya sekam padi yang sudah tidak dipakai akan ditumpuk di beberapa titik lokasi lalu dibakar.

Sekam padi di Fasilitas Boiler Biomassa Danone SN Indonesia (doc. Youtube Nutrisi Bangsa)

Belakangan aku baru tahu kalau sekam padi ternyata menyimpan banyak manfaat, antara lain dapat digunakan sebagai pakan ternak, pupuk organik, bahan bakar, dsb.

Melihat potensi pertanian di daerah Klaten yang menghasilkan banyak limbah sekam padi, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia bersama-sama dengan Berkeley Energy Commercial Industrial Solution (BECIS) berinovasi membangun Boiler Biomassa berbahan bakar sekam padi di Pabrik Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Mitigasi Perubahan Iklim, Danone SN Indonesia Bangun Boiler Biomassa Berbahan Bakar Sekam Padi

Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia meresmikan boiler (ketel) biomassa berbahan bakar sekam padi di Kawasan Pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardika, Prambanan, pada Rabu 15 Juni 2022.

Ibu Vera Galuh (VP General Secretary Danone Indonesia), menyampaikan bahwa pembangunan boiler biomass ini sejalan dengan Visi Danone: One Planet One Health. Danone percaya bahwa untuk mencapai masyarakat sehat, buminya juga harus sehat. Oleh sebab itu, Danone menyumbang kontribusi menggunakan energi terbarukan 100% di tahun 2030 dan karbon netral di tahun 2050. Caranya dengan mengoperasikan pabrik dengan minim karbon dan lebih ramah lingkungan.

Fasilitas Boiler Biomassa ini merupakan yang pertama di Jawa Tengah dan terbesar di Indonesia. Didirikan di atas lahan seluas 3.000meter persegi, Fasilitas Boiler Biomassa berbahan bakar sekam ini telah beroperasi sejak awal tahun 2022 dan mampu menyuplai kebutuhan uap bertekanan (steam) untuk kegiatan produksi berkapasitas hingga 6 ton steam/jam.

Penggunaan Boiler Biomassa dapat menurunkan jejak karbon sebesar 8.300ton CO2 per tahun atau setara dengan jejak karbon yang diserap melalui penanaman 120.000 pohon.

Berdasarkan pemaparan Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, untuk menjalankan kegiatan produksi, pabrik membutuhkan energi listrik, sementara untuk Boiler, membutuhkan tenaga dan energi panas yang lebih besar sehingga tidak efisien kalau menggunakan energi listrik. Boiler konvensional kebanyakan menggunakan bahan bakar energi fosil (solar) dan CNG (Compressed Natural Gas).

“kita melihat aspek potensi sumber daya bahan baku dari boiler biomassa di sekitar, yang relevan di tempat kita beroperasi itu adalah sekam padi. Fasilitas ini juga menurunkan jejak emisi karbon sebanyak 32% total emisi karbon di pabrik ini” jelasnya.

Manfaat Penggunaan Boiler Biomassa Berbahan Bakar Sekam Padi

Penggunaan Bioler Biomassa Berbahan Bakar Sekam Padi memiliki 4 manfaat, yakni:

  1. Mengurangi emisi karbon ke atmosfer
  2. Mengurangi limbah pertanian
  3. Mengurangi biaya bahan bakar
  4. Mewujudkan ekonomi sirkular

Setiap proses pembakaran sekam padi pada boiler biomassa akan menghasilkan dua material sisa, yaitu gas buang dan abu sekam. Gas buang terlebih dahulu diolah menggunakan alat Electrostatic Precipitator (ESP) sehingga sangat bersih saat dilepaskan ke udara melalui cerobong dengan mengikuti standar Bank Dunia.

Sisa abu sekam, diberikan secara gratis untuk digunakan sebagai campuran pupuk oleh petani. Abu sekam juga memiliki manfaat yang tak kalah banyaknya, seperti; bisa dimanfaatkan sebagai media tanam, campuran pupuk organik, menjaga kondisi tanah agar tetap gembur, memacu pertumbuhan mikroorganisme, menyuburkan tanah, mengatur pH tanah, meningkatkan daya serap dan daya ikat tanah terhadap air, dan sebagainya.

Ternyata tanaman padi banyak sekali manfaatnya. Selain padinya bisa dimasak jadi nasi untuk bahan pangan, sekamnya pun dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan. Tidak sampai di situ, sisa pembakaran sekam (abu sekam) masih memiliki manfaat untuk lahan pertanian. Begitulah kiranya cara kerja ekonomi sirkular yang terus diupayakan oleh Danone SN Indonesia. Sehingga, yang semula merupakan limbah hasil pertanian kini menjadi berkah bagi perusahaan dan juga petani sekitar pabrik.

“Semoga menjadi contoh badan usaha lain untuk secara massif mewujudkan efisiensi energi dan energi hijau yang lebih baik bagi lingkungan dan Kesehatan.” Pesan Edi Wibowo, Direktur Bioenergi, ESDM.

Aku pun berharap seiring dengan berkembangnya teknologi, kita bisa memanfaatkan potensi yang ada bahkan melimpah ruah di dalam negeri Indonesia sebagai sumber daya baru yang lebih efisien, lebih bersih, dan berkeadilan sosial.

#BoilerBiomass #DanoneIndonesia

© Alfizza Murdiyono · Designed by Sahabat Hosting