Euforia kembali ke sekolah pada tahun ajaran baru kali ini terasa berbeda. Pasalnya sudah dua tahun anak-anak sekolah menimba ilmu di rumah saja akibat pandemic Covid-19. Mereka tidak dapat bercengkrama dengan teman sebaya dan juga berinteraksi langsung dengan gurunya. Akhirnya, pertengahan 2022, pemerintah kembali mengizinkan sekolah tatap muka diadakan kembali dengan tetap menjalankan protokol Kesehatan.

Interlac Vitamin D3 jaga imun tubuh anak
Interlac +VitaminD3 bantu jaga imun tubuh anak

Setelah beradaptasi dengan masa transisi dari pandemik menuju new normal, anak-anak harus beradaptasi lagi dengan masa #BackToSchool (kembali ke sekolah) dalam suasana yang bisa dikatakan belum 100% bebas dari virus. Berikut tips yang bisa Moms upayakan agar anak kembali sekolah tatap muka dengan aman dan nyaman;

Anak membaca buku bersama
Anak saya dan teman sebayanya sedang bercengkrama membaca buku bersama (dok. Pribadi) 
Pada awal masa transisi, masa-masa di mana pemerintah berangsur melonggarkan mobilitas masyarakat pasca pandemi, aku membawa anakku bermain di playground (taman bermain anak). Sesampainya di playground, anakku diam saja, memeluk kakiku dan seperti bersembunyi dari anak-anak lain yang sedang bermain di sana.

Sejak awal tahun 2020, pandemi Covid-19 merebak di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Pembatasan fisik dan sosial diterapkan demi mengurangi laju penularan virus tersebut. Kehidupan mendadak berubah 180* baik secara fisik, mental, sosial dan emosional. Perubahan drastis ini menyebabkan masalah kesehatan, memengaruhi mental, emosional dan tubuh kembang anak-anak.  Anak-anak usia dini telah banyak kehilangan momen interaksi dengan lingkungan sosialnya akibat “terkurung” di rumah saja dalam kurun waktu yang lama. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, aku dan suami merasa punya PR besar agar bisa menjalankan peran pengasuhan dengan baik dan menjadi jembatan bagi anak untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan yang dihadapi dalam masa transisi.

Berbagai upaya aku dan suami lakukan demi menjaga kestabilan emosional agar dapat mendampingi tumbuh kembang Azura, anak kami yang kini berusia 4 tahun. Salah satunya, kami tak pernah lelah untuk mengedukasi diri dengan mengikuti webinar-webinar parenting.

Para Narasumber Bincang Gizi 2022 Danone Indoensia
Para Narasumber Bincang Gizi 2022 (zoom: Nutrisi Bangsa, Danone SN Indoensia)
Aku beruntung sekali dapat mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Danone Indonesia dalam menyambut Hari Keluarga Nasional 29 Juni, dengan tema Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi. Pembicara pada webinar tersebut antara lain; dr. Irma Ardiana, MAPS (Direktur Bina Keluarga, Balita dan Anak, BKKBN); DR. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp. A (K), MPH. (Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak); dan Ibu Inspiratif Founder Joyful Parenting 101, Cici Desri.

Acara webinar yang berlangsung pada hari Rabu, 28 Juni 2022 tersebut berlangsung melalui Zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Nutrisi Bangsa. Bapak Arif Mujahidin, Corporate Communications Danone Indonesia, membuka webinar dan memberi kata sambutan. Beliau  menyampaikan bahwa momen transisi ini menjadi kesempatan baik untuk mengasah dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, utamanya dalam perkembangan sosial emosionalnya. Pak Arif juga berpesan agar orang dewasa (dalam hal ini orang tua) agar membantu anak-anak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sebab anak-anak usia masih rentan dan bergantung pada orang dewasa. Anak membutuhkan lingkungan terdekatnya untuk merangsang dan memberikan kesempatan tumbuh kembang yang optimal.

“Sebagai perusahaan yang ramah keluarga, kami (Danone Indonesia) juga memberikan dukungan kepada para orang tua agar si Kecil dapat tumbuh optimal melalui pemberian cuti melahirkan bagi karyawan kami yakni cuti 6 bulan bagi ibu dan 10 hari bagi ayah. Kami juga secara aktif memberikan edukasi seputar kesehatan dan nutrisi untuk publik seperti halnya dalam Bicara Gizi hari ini. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kolaborasi orang tua untuk dapat memberikan stimulus yang tepat agar mencapai keberhasilan dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak.” imbuhnya.

Aku pernah mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kantor baru Danone Indonesia. Videonya sudah aku unggah di Youtube, silakan mampir. Jadi, di kantor danone yang hi-tech tersebut dilengkapi dengan ruang menyusui yang nyaman dan fasilitas memadai untuk mendukung ibu-ibu pekerja agar tetap dapat memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan hingga 2 tahun. Fasilitas yang disediakan antara lain, bilik-bilik menyusui dengan sofa empuk dan meja, alat sterilisasi botol, kulkas, dispenser air mineral AQUA dan wastafel.

Selanjutnya, narasumber yang dihadirkan mewakili BKKBN, dr. Irma Ardiana, MAPS, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, mengingatkan kepada kita mengenai keluarga dan fungsinya. BKKBN merupakan inisiator Hari Keluarga Nasional (Harganas) sejak tahun 1949 melalui Prof. Dr. Haryono Suyono sebagai penggagasnya.

dr. Irma saat menyampaikan pemaparannya via Zoom
dr. Irma menekankan agar orang tua perlu memahami 8 fungsi keluarga  menurut BKKBN, yakni antara lain;

  1. Fungsi Keagamaan; orang tua jadi panutan dalam ibadah maupun perilaku
  2. Fungsi Sosial Budaya; orang tua menjadi contoh dalam bertutur kata, bersikap dan bertindak
  3. Fungsi Cinta Kasih; orang tua wajib memberi kasih sayang agar cinta kasih bersemi dalam keluarga
  4. Fungsi Perlindungan; orang tua menumbuhkan rasa aman, nyaman dan kehangatan
  5. Fungsi Reproduksi; bersepakat mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran serta kesehatan reproduksi
  6. Fungsi Sosial dan Pendidikan; orang tua mendorong agar anaknya bersosialisasi dengan lingkungan sekitar serta mengenyam pendidikan
  7. Fungsi Ekonomi; orang tua harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga
  8. Fungsi Pembinaan Lingkungan; keluarga berperan dalam memelihara lingkungan sekitarnya, baik lingkungan fisik (alam) maupun sosial (interaksi dengan masyarakat)

Berdasarkan survei BKKBN, selama pandemi COVID-19 sebanyak 71,5% pasangan suami istri telah melakukan pola pengasuhan kolaboratif, 21,7% menyebutkan istri dominan, dan 5,8% hanya istri saja. Di sisi lain, data UNICEF menyebutkan bahwa selama pandemi orang tua mengalami tingkat stress dan depresi yang lebih tinggi, serta menilai pengasuhan anak di rumah saja memiliki risiko tersendiri. Kondisi ini sangat mungkin menghambat kemampuan orang tua untuk mengatasi emosi dan kebutuhan psikologis anak.

Pada webinar Bicara Gizi 2022, dr. Irma juga menjelaskan bahwa gaya pengasuhan memengaruhi perkembangan kognitif, emosional dan sosial anak. Pengasuhan bersama menekankan komunikasi, negosiasi, kompromi, dan pendekatan inklusif untuk pengambilan keputusan dan pembagian peran keluarga, bukan otoriter.

“Pengasuhan bersama antara ayah dan ibu menawarkan cinta, penerimaan, penghargaan, dorongan, dan bimbingan kepada anak-anak mereka. Peran orang tua yang tepat dalam memberikan dorongan, dukungan, nutrisi, dan akses ke aktivitas untuk membantu anak memenuhi milestone aspek perkembangan merupakan hal yang penting. Dalam konteks percepatan penurunan stunting, pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi sangat penting untuk memastikan kebutuhan nutrisi dan psiko-sosial sejak janin sampai dengan anak usia 23 bulan. Peran Tim Pendamping Keluarga menjadi krusial untuk mendampingi keluarga berisiko stunting dalam pemberian informasi pengasuhan di Bina Keluarga Balita. Pola asuh yang tepat dari orangtua dinilai mampu membentuk anak yang hebat dan berkualitas di masa depan.” Terang dr. Irma

Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak, Dr. dr. Bernie Endyarnie Medise, Sp. A(K), MPH, menjelaskan bahwa aspek sosial emosional sangat pentihg bagi anak untuk mencapai semua aspek kehidupannya dan bersaing di fase kehidupan selanjutnya, sejak remaja hingga lanjut usia. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai perkembangan sosial emosional anak khususnya di masa transisi pasca pandemi saat ini.

Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga mengalami kebingungan dan tuntutan untuk beradaptasi menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru dari masa pandemi (masa dimana semua kontak dan interaksi dibatasi) menuju masa normal baru (new normal; berangsur-angsur kembali bebas walau masih terbatasi oleh protokol kesehatan). Kembali menjalani kehidupan dan interaksi sosial dapat meningkatkan masalah sosial-emosional yang dampaknya bisa berbeda tergantung pada usia anak dan dukungan dari lingkungannya. Gangguan perkembangan emosi dan  sosial dapat memengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa, seperti ganguan kognitif, depresi dan potensi penyakit tidak menular.

Hubungan pencernaan sehat dengan otak
Dokter Bernie menyebutkan fakta bahwa perkembangan emosi dan sosial berkaitan erat dengan kecerdasan otak dan sistem pencernaan yang sehat. Ketiganya saling terkait dan berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak agar anak dapat tumbuh menjadi anak hebat.

“Agar anak-anak dapat beradaptasi kembali dengan normal, memiliki keterampilan sosial-emosional yang memadai, serta memiliki kemampuan berpikir yang baik, maka orang tua perlu memantau perkembangan sosial emosional anak secara berkala serta memberikan stimulasi dan nutrisi yang tepat.” ungkap dr. Bernie.

Slide pemaran dr. Bernie
Sampai di sini aku paham, bahwa perut (sistem pencernaan) adalah otak kedua manusia sebab kalau sistem pencernaan terganggu pasti kinerja tubuh juga terganggu. Moms pernah nggak sih mengalami kalau lagi lapar atau lupa sarapan, emosi jadi terganggu, bawaannya crancky aja? Nah, anak juga begitu, Moms. Kalau nutrisinya tidak terpenuhi dengan baik pasti mereka sulit menerima stimulasi, lebih emosional dan tidak semangat menjalani kegiatan sehari-hari.

Nutrisi Bangsa juga menghadirkan seorang ibu inspiratif, Founder Joyful Parenting 101, Cici Desri, berbagi cerita tentang pengalamannya saat membersamai si Kecil menghadapi transisi untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sosial. Ibu Cici menceritakan bahwa selama hampir dua tahun, ia melihat banyak tantanghan yang dihadapi anaknya untuk kembali bersosialisasi dengan dunia luar. Proses adaptasi tidak selalu berjalan mudah. Terkadang anaknya merasa frustasi saat harus bertemu dengan orang baru atau saat beraktivitas dan berinteraksi dengan banyak orang. Menghadapi hal tersebut, Ibu Cici dan suami kemudian mengambil bagian dalam pengasuhan dan memperkuat keterlibatan dengan si Kecil terlebih pada fase transisi ini.

Ibu Cici Desri
Ibu Cici dan suami mendorong anaknya untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan secara verbal sehingga mereka dapat mengetahui apa yang dirasakan anaknya secara emosional. Mereka juga menjalin komunikasi yang baik dan intensif dengan guru dan staf di sekolah untuk memantau perkembangan anaknya dalam kegiatan di sekolah. Ia juga berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang untuk mengetahui lebih jauh upaya yang dapat dilakukan demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

“Kami memahami bahwa fase membangun hubungan baru merupakan sebuah keterampilan. Si Kecil dapat menguasainya dengan dukungan yang tepat, terutama dari keluarga. Melalui interaksi sosial secara tatap muka langsung, si Kecil mampu menumbuhkan rasa kepercayaan baru dan merasakan kenyamanan berada di lingkungan barunya. Dengan begitu, saya yakin si Kecil bisa tumbuh menjadi anak hebat yang pintar, berani, dan memiliki empati tinggi,” tutup Cici.

Penjelasan para narasumber membuatku belajar agar menjadi orang tua yang lebih peduli terhadap kebutuhan anak. aku ingin bersama-sama dengan suami menjalankan pola pengasuhan kolaboratif agar anakku tumbuh menjadi anak yang stabil secara sosial emosional dan cerdas. Terlebih kedepannya tantangan untuk generasi muda bangsa Indonesia pasti besar dan berat. Oleh sebab itu, ilmu dari dr. Irma, dr. Bernie dan pengalaman dari ibu-ibu yang lebih senior bisa diambil hikmahnya untuk  diterapkan dalam kehidupan pengasuhan agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang tak hanya pintar akademik tapi juga tangguh mentalitasnya, adaptif, berani, memiliki empati tinggi dan sehat fisiknya.

Danone SN Indonesia sebagai perusahaan ramah keluarga juga selalu mendukung perkembangan kesehatan ibu dan anak dengan menghadirkan berbagai produk bergizi melalui kegiatan riset dan pengembangan produk yang inovatif seperti SGM Eksplor, SGM Bunda, Lactamil, Bebelac, Nutrilon Royal, dan nutrisi medis khusus. Selain dengan produk bernutrisi, Danone SN Indonesia juga melakukan upaya mengatasi masalah kesehatan melalui berbagai kegiatan edukasi tentang pentingnya gizi dan kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah melalui Program Bicara Gizi, Program Pencegahan Stunting, Isi Piringku, Bunda Mengajar, dan Rumah Bunda Sehat.

Semoga bermanfaat, terima kasih.

#BicaraGizi2022 #HariKeluargaNasional2022

Kenangan momen panen padi di salah satu desa di Jawa Tengah tahun 2014 (doc. Alfizza)

Membahas soal hasil pertanian, ingatanku langsung berkelana pada memori indah masa kuliah. Saat liburan semester empat, aku sempat mengikuti sebuah program live in di rumah petani di pesisir utara Jawa Tengah. Desa tersebut indah dan damai karena dikelilingi lahan persawahan yang luas dengan sungai yang mengalir diantaranya dan ada pantainya juga.

Selama tiga hari tinggal bersama petani, aku mendapatkan pengalaman dan pembelajaran berharga. Salah satu pegalaman tak terlupakan adalah ketika aku dan kedua temanku ikut rombongan bapak-bapak dan ibu-ibu petani di desa memanen padi. Di momen inilah untuk pertama kalinya aku ikut merasakan mengarit padi, memisahkan padi dari tangkainya, menjemur dan menggiling padi agar terpisah dari sekamnya. Biasanya sekam padi yang sudah tidak dipakai akan ditumpuk di beberapa titik lokasi lalu dibakar.

Sekam padi di Fasilitas Boiler Biomassa Danone SN Indonesia (doc. Youtube Nutrisi Bangsa)

Belakangan aku baru tahu kalau sekam padi ternyata menyimpan banyak manfaat, antara lain dapat digunakan sebagai pakan ternak, pupuk organik, bahan bakar, dsb.

Melihat potensi pertanian di daerah Klaten yang menghasilkan banyak limbah sekam padi, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia bersama-sama dengan Berkeley Energy Commercial Industrial Solution (BECIS) berinovasi membangun Boiler Biomassa berbahan bakar sekam padi di Pabrik Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Mitigasi Perubahan Iklim, Danone SN Indonesia Bangun Boiler Biomassa Berbahan Bakar Sekam Padi

Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia meresmikan boiler (ketel) biomassa berbahan bakar sekam padi di Kawasan Pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardika, Prambanan, pada Rabu 15 Juni 2022.

Ibu Vera Galuh (VP General Secretary Danone Indonesia), menyampaikan bahwa pembangunan boiler biomass ini sejalan dengan Visi Danone: One Planet One Health. Danone percaya bahwa untuk mencapai masyarakat sehat, buminya juga harus sehat. Oleh sebab itu, Danone menyumbang kontribusi menggunakan energi terbarukan 100% di tahun 2030 dan karbon netral di tahun 2050. Caranya dengan mengoperasikan pabrik dengan minim karbon dan lebih ramah lingkungan.

Fasilitas Boiler Biomassa ini merupakan yang pertama di Jawa Tengah dan terbesar di Indonesia. Didirikan di atas lahan seluas 3.000meter persegi, Fasilitas Boiler Biomassa berbahan bakar sekam ini telah beroperasi sejak awal tahun 2022 dan mampu menyuplai kebutuhan uap bertekanan (steam) untuk kegiatan produksi berkapasitas hingga 6 ton steam/jam.

Penggunaan Boiler Biomassa dapat menurunkan jejak karbon sebesar 8.300ton CO2 per tahun atau setara dengan jejak karbon yang diserap melalui penanaman 120.000 pohon.

Berdasarkan pemaparan Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, untuk menjalankan kegiatan produksi, pabrik membutuhkan energi listrik, sementara untuk Boiler, membutuhkan tenaga dan energi panas yang lebih besar sehingga tidak efisien kalau menggunakan energi listrik. Boiler konvensional kebanyakan menggunakan bahan bakar energi fosil (solar) dan CNG (Compressed Natural Gas).

“kita melihat aspek potensi sumber daya bahan baku dari boiler biomassa di sekitar, yang relevan di tempat kita beroperasi itu adalah sekam padi. Fasilitas ini juga menurunkan jejak emisi karbon sebanyak 32% total emisi karbon di pabrik ini” jelasnya.

Manfaat Penggunaan Boiler Biomassa Berbahan Bakar Sekam Padi

Penggunaan Bioler Biomassa Berbahan Bakar Sekam Padi memiliki 4 manfaat, yakni:

  1. Mengurangi emisi karbon ke atmosfer
  2. Mengurangi limbah pertanian
  3. Mengurangi biaya bahan bakar
  4. Mewujudkan ekonomi sirkular

Setiap proses pembakaran sekam padi pada boiler biomassa akan menghasilkan dua material sisa, yaitu gas buang dan abu sekam. Gas buang terlebih dahulu diolah menggunakan alat Electrostatic Precipitator (ESP) sehingga sangat bersih saat dilepaskan ke udara melalui cerobong dengan mengikuti standar Bank Dunia.

Sisa abu sekam, diberikan secara gratis untuk digunakan sebagai campuran pupuk oleh petani. Abu sekam juga memiliki manfaat yang tak kalah banyaknya, seperti; bisa dimanfaatkan sebagai media tanam, campuran pupuk organik, menjaga kondisi tanah agar tetap gembur, memacu pertumbuhan mikroorganisme, menyuburkan tanah, mengatur pH tanah, meningkatkan daya serap dan daya ikat tanah terhadap air, dan sebagainya.

Ternyata tanaman padi banyak sekali manfaatnya. Selain padinya bisa dimasak jadi nasi untuk bahan pangan, sekamnya pun dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan. Tidak sampai di situ, sisa pembakaran sekam (abu sekam) masih memiliki manfaat untuk lahan pertanian. Begitulah kiranya cara kerja ekonomi sirkular yang terus diupayakan oleh Danone SN Indonesia. Sehingga, yang semula merupakan limbah hasil pertanian kini menjadi berkah bagi perusahaan dan juga petani sekitar pabrik.

“Semoga menjadi contoh badan usaha lain untuk secara massif mewujudkan efisiensi energi dan energi hijau yang lebih baik bagi lingkungan dan Kesehatan.” Pesan Edi Wibowo, Direktur Bioenergi, ESDM.

Aku pun berharap seiring dengan berkembangnya teknologi, kita bisa memanfaatkan potensi yang ada bahkan melimpah ruah di dalam negeri Indonesia sebagai sumber daya baru yang lebih efisien, lebih bersih, dan berkeadilan sosial.

#BoilerBiomass #DanoneIndonesia

Halo Moms, apa kabar? Belakangan ini cuaca sedang sulit diprediksi, ya. Kadang panas terik, eh, siang atau sorenya tiba-tiba hujan. Makanya sekarang aku kalau jemur baju pasti di dalam rumah, antisipasi supaya kain jemuran tidak basah kalau mendadak turun hujan. Tapi, tahu tidak, Moms, kain jemuranku jadi gampang bau apek. Untungnya, dua pekan lalu aku belanja bulanja bulanan di supermarket dan bertemu dengan serangkaian produk perawatan kain terbaru dari Molto, yaitu Molto Korean Strawberry, pelembut pakaian Korea dengan aroma khas yang menyegarkan.

Pelembut pakaian Molto Korean Strawberry
Berbagai produk kebersihan dengan wangi Korean Strawberry

Penasaran, kan, seperti apa pengalamanku mengatasi bau apek pada kain jemuran dengan Molto Korean Strawberry? Simak ulasanku sampai selesai, ya!

Korean-wave tampaknya sudah masuk sampai ke setiap lini kehidupan bangsa yang bahkan posisi geografisnya cukup jauh dari Negara Korea itu sendiri. Beberapa seniman berkebangsaan Korea begitu digandrungi di Indonesia. Gaya hidup dan produk yang dipakai atau dikonsumsi oleh bintang film maupun penyanyi tersebut sedikit banyak diikuti oleh para penggemarnya. Hingga belakangan ini buah yang menjadi ikon dari budaya Korea Selatan ikut terkenal di Indonesia, yaitu Korean Strawberry.

Korean Strawberry memiliki aroma harum dengan nuansa sweet (manis) dan lembut. Molto pewangi pakaian terbaik telah mengeluarkan varian baru dengan parfume boost Korean Strawberry. Duh, wanginya menyenangkan sekali, bikin jatuh cinta seperti melihat tatapan oppa-oppa di drama Korea, hehehe.

Molto Korean Strawberry, Pelembut dan Pewangi Pakaian dengan 7 Keunggulan

Keputusanku membeli produk pelembut dan pewangi pakaian keluarga terbaru dari Molto ini merupakan keputusan yang paling tepat. Awalnya “blind buy” saja begitu, namun ternyata, “wow, banget!”, puas! Mengapa? Karena pakaianku beneran wanginya semerbak, tetap segar meski di jemur dalam rumah dan kain jadi lebih lembut di kulit.

Pewangi pakaian terbaik Molto Korean Strawberry diklaim memliki 7 keunggulan, yakni 7 kali lebih wangi dan 7 kali anti bau. Lebih ampuh menghilangkan bau membandel dibandingkan produk pewangi lainnya, lho. Molto Korean Strawberry direkomendasikan jadi pewangi pakaian terbaik pilihan keluarga yang tak hanya wangi, tapi juga berhasil membuat pakaian lebih lembut dan nyaman dipakai beraktivitas seharian.

Keunggulan lainnya adalah 7 kali anti bau. Molto Korean Strawberry mampu menghilangkan 7 bau membandel yang menempel di pakaian, seperti bau keringat, bau apek, bau polusi, bau asap, bau bawang, bau amis, dan bau badan. Nih, buat emak-emak dapur kayak kita yang sering dikatain bau amis lah, bau bawang lah, sudahi risaumu, cuci baju pakai Molto Korean Strawberry. Berasa iklan, deh, hehehe.


“Mam, ini baju disemprot parfum apa? Wanginya enak bener.” ujar suamiku saat ia memakai seragamnya.

“oh, itu aku pakai Molto baru, yang kita beli kemarin di supermarket”

“wah, bisa gini ya wanginya, suka, suka!”

Surprisingly, suamiku suka banget wanginya Molto Korean Strawberry, bahkan dia kira aku kasih semprot parfum. Dalam hati ku berkata, ‘ih ayang, boro-boro nyemprotin baju kamu parfum, baju aku aja jarang banget disemprot parfum’. Sejak sat itu, aku jadi semakin semangat nyuci baju, jemur, lipat dan gosok bajunya ayang. Berasa abis dapat komplimen.

Oh iya, tahu nggak sih, Moms, selain memberikan keharuman 7 kali lebih wangi dan 7 kali anti bau, Molto Korean Strawberry juga menciptakan suasana so sweet so romantis dalam keluarga, persis seperti tagline-nya, ‘So Sweet, So Romantis’.

Molto Korean Strawberry, daebak! Saranghaeyo! (fingercross)

Lembutnya Merawat Serat Kain

Molto Korean Strawberry mampu merawat serat kain karena memiliki kandungan Ekstra Pelembut. Sebenarnya aku itu tipikal orang yang jarang sekali menyetrika pakaian. Jadi, cara yang aku lakukan adalah saat mengangkat jemuran, pakaian langsung dilipat rapi. Khusus untuk pakaian kerja suami dan pakaian formalku pastinya masih harus disetrika.

Ada satu lagi yang penting diketahui, nih, Moms, Moolto Korean Strawberry ini tidak menimbulkan efek panas di tangan. Berhubung kulitku cenderung sensitif, aku mengerti sekali bagaimana rasanya tangan panas dan gak nyaman saat mencuci baju. Bahkan ada deterjen dan pelembut pakaian yang membuat kulitku terkelupas (ganti kulit), kemerahan dan gatal-gatal. Jadi selain lembut di kain, poin plusnya produk ini juga lembut di kulit kita.

Harga Terjangkau dan Mudah Didapatkan

Harga dan kemudahan mendapatkan produk merupakan salah dua kriteria produk kebutuhan rumah tangga pilihanku. Ibaratnya, buat apa cari produk yang tidak ada di sekitar kita, mending pilih yang selalu ada dan harganya pas di kantong.

Please, jangan kaget ya, Moms, produk Molto Korean Strawberry yang berisi 680ml cuma dibandrol seharga Rp 16.900. Aku pakai sebulan lebih untuk satu keluarga, turah-turah deh pokoknya! Kalau teman aku bilang sih dia bisa sampai 20x cuci, cuma aku sendiri tidak menghitung persisnya berapa.

Produk Unilever yang satu ini benar-benar sesuai sama motto-ku: Hemat, Cermat dan Bersahaja. Salam Pramuka, hehehe. Bagaimana tidak, dengan harga terbilang murah kita dapat produk kualitas mewah, wanginya elegan, dan pastinya dapat pelembut pakaian dan pewangi pakaian terbaik.

Mau yang lebih hemat lagi, Moms? Nih, aku spill, Moms bisa beli Molto Korean Strawberry dalam kemasan renceng seharga Rp. 500,-/sachet. Baru kali ini aku merasa punya uang Rp 500,- masih berharga, Moms. Udah gitu, kalau Moms beli 12 sachet, ada bonus ekstra satu sachet lagi. Luar biasa, bestie!!!

Saranghaeyo (fingercross)

Wajib Punya! Berbagai Produk Kebersihan Beraroma Korean Strawberry dari Unilever

Produk koleksi Korean Strawberry dari Unilever sebenarnya banyak, Moms. Kalau mau pakaian bersih dari noda dan dapat wanginya Korean Strawberry juga, Moms bisa pakai sabun pencuci pakaian (deterjen) Rinso Korean Strawberry Powder

8 Keunggulan Rinso Korean Strawberry Powder, sebagai berikut:

  1. Mampu hilangkan noda dalam 1x kucek,
  2. jaga warna pakaian tetap cemerlang,
  3. Surfaktan mudah terurai,
  4. lembut dan tidak panas di tangan,
  5. wangi Molto tahan lama hingga 21 hari
  6. hilangkan bau tak sedap & bau apek pada pakaian
  7. mengandung ekstra pelembut, membuat serat kain lembut dan halus
  8. 99.99% efektif bunuh bakteri dan virus

Unilever juga baru saja launching cairan pembersih lantai Superpell Korean Strawberry yang membuat lantai hygienis selama jam 8, kinclong, dan wangi semerbak. Teknologi power clean menjadikan lantai higienis maksimal dan berkilau.

Ada pula sabun cuci piring Sunlight Extra Korean Strawberry yang membuat rutinitas mencuci piring jadi semakin mudah karena kandungan jeruk nipis didalamnya mampu hempas kotoran membandel seperti lemak yang menempel di piring. Wangi Korean Strawberry di sabun pencuci piring Sunlight ini mampu membangkitkan mood sehingga kita selalu bahagia serta bersemangat saat membersihkan peralatan masa dan makan.

Bagaimana Moms, ingin koleksi semua produk kebersihan beraroma Korean Strawberry? Moms bisa dapatkan semua produk Unilever; Rinso, Molto, Superpell, dan Sunlight Korean Strawberry ini di toko/supermarket terdekat maupun secara online di e-commerce kesayanganmu; Tokopedia, Shopee, dan JD.ID.

Apakah kamu sudah mencoba semuanya, Moms? Yuk, bagikan ceritamu di kolom komentar, ya! 😊

Gaya Hidup Halal Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat
Gaya Hidup Halal Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat

Saat ini, kuliner bukan lagi sekadar urusan perut belaka. Kuliner menjadi gaya hidup, identitas budaya masyarakat dan sektor industri yang menjanjikan. Terlebih di kalangan anak muda yang suka bereksplorasi, kuliner menjadi hobi mengisi waktu luang, pelarian kala patah hati dan juga menjadi bahan konten di sosial media. Seiring dengan menjamurnya berbagai produk makanan, rumah makan dan restoran di Indonesia, aspek kehalalan produk-produk tersebut menjadi perhatian sebab Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Kini, produk halal tidak hanya diperuntukkan bagi umat beragama Islam, namun juga telah menjadi kepentingan seluruh kalangan masyarakat.

Aku sendiri mulai sadar akan pentingnya memastikan produk yang dikonsumsi halal atau tidak sejak tinggal di Bangkok selama beberapa bulan pada tahun 2016. Sebelumnya jarang sekali mengecek apakah produk yang dikonsumsi atau restoran yang dimasuki sudah resmi halal atau tidak. Ternyata pernyataan ‘No Pork/No Lard” saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa makanan di suatu restoran itu halal.

Pada satu momen aku sedang berlibur di Jogja dan ingin sekali makan ramen yang viral di media sosial karena digadang-gadang rasanya autentik dengan ramen asli Jepang. Akhirnya aku coba bertanya melalui Direct Massage (DM) Instagram resto ramen tersebut dan balasannya cukup mengejutkan. Mereka bilang resto mereka belum memiliki sertifikat halal dan di salah satu cabang resto menyediakan ramen non-halal. Mereka juga menyampaikan bahwa alat masak antara yang dianggap ‘halal’ terpisah dengan alat masak ramen non-halal. Sebagai umat Islam jujur ini membuatku semakin sadar pentingnya klaim resmi HALAL pada setiap produk yang akan dikonsumsi.

 Untuk menambah wawasan tentang gaya hidup halal, aku mengikuti webinar yang diadakan CNN Indonesia berkolaborasi dengan Danone Indonesia. Webinar ini mengangkat tema “Gaya Hidup Halal Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat”. Narasumber yang dihadirkan pada webinar tersebut yakni ada Ibu Jetti Rosila Hadi, Vice Chairwoman Indonesia Halal Lifestyle Center; Bapak Dr. Muhammad Aqil Irham, M. Si, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Indonesia (BPJPHI); dan Ibu Prima S Sehan Putri, Head of Regulatory Danone Indonesia.

Event Webinar CNN Indonesia x Danone Indonesia
Event Webinar CNN Indonesia x Danone Indonesia

Gaya Hidup Halal Milik Semua Orang

Potensi pasar produk halal di seluruh dunia sangat besar sebab jumlah umat Islam dunia saat ini sudah melebihi 1,6 miliar jiwa. Oleh sebab itu, perhatian pada kehalalan produk juga semakin meningkat.

Q.S. Al-Baqarah-168:

“Wahai manusia, Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Berdasarkan pemaparan Ibu Jetti Rosila Hadi, mengacu pada Q.S. Al-Baqarah-168, halal adalah himbauan untuk seluruh manusia, tapi halal juga bergandengan dengan baik. Jadi, tidak hanya halal, tapi juga harus bersih, sehat, aman dikonsumsi, nyaman dan bermutu. Ada hal-hal yang secara hukum islam halal tapi tidak baik, itu tidak bisa digunakan. Ada yang tidak halal tetapi dalam keadaan tertentu baik dan bermanfaat. Jadi, anjuran halal dan thayyib itu tidak hanya untuk umat Islam saja, namun juga untuk semua manusia yang menginginkan hidup lebih berkualitas.

Gaya hidup sesuai dengan selera dan pilihan masing-masing orang. Bagi umat Islam, aturan halal dan haram telah ditentukan dalam Al-Quran dan Hadist. Semua aktivitas yang kita lakukan dan barang atau jasa yang kita pakai selalu diusahakan agar halal dan thayyib. Sehari-hari umat muslim mulai dari bangun tidur, mandi, solat, berpakaian, mencari nafkah, dan seterusnya di bangun di atas fondasi keislaman. Oleh sebab itu, dalam memproduksi barang atau jasa ada aturan dan proses yang dilakukan agar sesuai dengan kaidah Islam.

Kini, konsep halal tidak hanya dilihat sebagai sebuah kebutuhan dalam mengonsumsi barang atau jasa, namun sudah menjadi pasar yang menghasilkan banyak cuan. Selama kurun waktu lima tahun terakhir, industri halal di Asia Tenggara menjadi salah satu sector perekenomian yang terus berkembang. Permintaan produk-produk halal terus meningkat dari tahun ke tahun, terlebih saat pandemic Covid-19 yang meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan sebagai prioritas.

 Ada 10 sektor gaya hidup halal:

  1. Makanan
  2. Pakaian
  3. Media dan Rekreasi
  4. Keuangan Syariah
  5. Kosmetik
  6. Obat-obatan
  7. Pendidikan
  8. Kedokteran dan Kesehatan
  9. Wisata Halal
  10. Seni dan Budaya

Indonesia Halal Market Report 2021/2022 menunjukkan bahwa ada tujuh sector pangsa pasar halal yang menghasilkan keuntungan sangat besar dan nomor satu berasal dari industri makanan. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, yakni 229 juta atau sekitar 87,2% dari total populasi, Indonesia sangat berpotensi untuk mengembangkan gaya hidup halal dalam semua sector.

Implikasi Tren Gaya Hidup Halal dalam Industri Makanan

Produk halal di era kekinian bukan lagi dipandang sebagai kebutuhan masyarakat Islam saja, tapi sudah berkembang menjadi tren gaya hidup yang bernilai baik dan juga berimplikasi pada tren perdagangan global.

Indonesia menjadi pangsa pasar produk halal yang sangat menggiurkan. Sayangnya, produsen-produsen produk halal tersebut justru berasal dari negara-negara yang penduduk muslimnya minoritas bahkan negara sekuler. Mereka mengekspor barang-barang halal kepada penduduk muslim dunia, salah satunya Indonesia.

Bapak Dr. Muhammad Aqil Irham, M. Si, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Indonesia (BPJPH) mengatakan bahwa sebagai regulator, BPJPH memberikan jaminan kepada konsumen dan produsen agar aktivitas yang menghubungkan antara produsen dan konsumen berjalan dengan baik. Pemerintah juga berusaha mendorong pelaku usaha dalam negeri, baik industri makanan-minumam sekala menengah dan besar maupun skala mikro dan kecil agar memerhatikan kehalalan produknya.

Pelaku usaha sekala mikro dan kecil sekarang sudah bisa mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat halal dengan biaya yang lebih terjangkau. Alur pendaftarannya juga mudah lho, pelaku usaha bisa mendaftarkan produknya secara mandiri. Info selengkapnya cek pada laman website BPJPH Kemenag RI.


#DanoneIndonesia #GayaHidupHalal                                                                                                                          

Apakah kamu setuju kalau ada yang bilang bahwa orang Indonesia itu tak bisa makan tanpa sambal? Kalau aku sih setuju banget. Apapun jenis makanannya, tetap kehadiran sambal yang selalu dinanti sebagai pelengkap. Sambal cocok dimakan bersama dengan nasi putih, lalapan, lauk-pauk dari ayam, daging, hidangan laut, hingga buah-buahan. Makanya banyak sekali jenis sambal khas Nusantara yang bisa kita nikmati. Sebut saja ada sambal terasi, sambal bajak, sambal bawang, sambal matah, sambal dabu-dabu, sambal roa, sambal andaliman, sambal tempoyak, sambal pecel, sambal rujak dan seterusnya.

makan pedas cabe bubuk
Ilustrasi cabe bubuk (freepik.com/8photo)

Rasa pedas, gurih, dan kadang ada sedikit rasa asam dapat menambah nafsu makan. Makan kurang lengkap rasanya jika tak ada sambal. Oleh sebab itu, aku selalu bawa sambal kemanapun! Untungnya nih, sekarang ada BonCabe dari PT Kobe Boga Utama yang memberikan kemudahan menikmati sambal kapanpun dan dimanapun.

BonCabe sambal tabur dibuat dari cabe asli pilihan terbaik dan diproduksi dengan teknologi modern. BonCabe dikemas dalam botol plastik yang praktis dan mudah dibawa kemanapun. BonCabe sambal tabur memiliki banyak varian rasa dan tingkat kepedasan. Nah, sekarang aku mau ngulik berbagai varian BonCabe Sambal Tabur yang wajib kamu coba.

varian BonCabe untuk makan lebih seru
Varian BonCabe yang menemani makan kapanpun dimanapun (foto: BonCabe, edit: Alfiza)

BonCabe Sambal Tabur untuk Pemula dan Suka Coba-coba

Suamiku itu cukup unik. Ia bukan pecinta sambal, bahkan gak pernah mau makan sambal basah atau uleg. Di sisi lain, ia paling suka makan sambal bubuk atau tabur. Itupun bukan yang pedas banget. Alasannya sih karena cuma pengin merasakan ada sensasi pedas di makanannya tapi bukan pedas yang berlebihan. Makanya kalau di rumah, aku tidak pernah membuat sambal dan wajib nyetok BonCabe Sambal Tabur level 3. Favoritnya sih yang Rasa Teri, apalagi kalau dicampur dalam nasi goreng, maknyusss!

BonCabe Sambal Tabur memang memiliki varian produk yang cukup lengkap. Gak hanya menyediakan sambal bubuk dengan kepedasan level dewa tapi juga ada sambal yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang gak kuat makan pedas. Nah, buat kamu yang gak kuat atau baru coba-coba makan pedas dengan sambal tabur, kamu bisa coba BonCabe Rasa Ebi level 2, BonCabe Rasa Rumput Laut Level 3 dan BonCabe Rasa Teri Level 3.

Sambal Tabur Rasa Rumput Laut merupakan salah satu varian baru dari BonCabe. Dibuat dari perpaduan bahan alami cabe pilihan BonCabe yang pedasnya nagih dan gurihnya nori. Uniknya, BonCabe Nori punya tekstur crunchy di setiap taburannya. Apalagi BonCabe Rasa Rumput Laut atau nori ini lebih wangi dan lebih hemat.

BonCabe juga punya varian sambal tabur yang khas Indonesia banget, yakni Rasa Ikan Roa level 15. Sambal tabur rasa Ikan Roa ini terinspirasi dari sambal ikan roa khas Manado yang bikin pengen nambah makan terus.

Untuk varian BonCabe level 30 dan yang terbaru di level 50, aku sih belum pernah coba. Siapa tau kamu salah satu pecinta pedas dan kuat banget makan sambal yang pedas luar biasa, kamu boleh coba kedua level tersebut.

BonCabe Level 50 Max End
BonCabe level 50 Max End (foto: BonCabe, edit: Alfizza)

Pedas Maksimal, Boncabe Max End Level 50

Selama ini aku taunya tingkatan terpedas BonCabe Sambal Tabur itu ada di level 30. Namun, kini BonCabe menghadirkan varian baru yaitu BonCabe Sambal Tabur Max End Level 50 sebagai tantangan baru bagi pecinta pedas. Kemasannya didominasi warna hitam dan merah yang berapi-api. Slogannya sih ‘Maximise to the End’, ga kebayang gimana rasa pedasnya. Aku jadi penasaran, hehe.

BonCabe Max End Level 50 ini dibuat dari bahan alami dengan cabe asli pilihan, tanpa pengawet dan tanpa pewarna buatan. Dijamin pedasnya beneran, sesuai janji dan pastinya pedas MAXIMAL! Wow, siapa berani coba?

BonCabe Bumbu Rujak Buah di Supermarket
Menemukan BonCabe Bumbu Rujak Buah Level 10 di Supermarket (foto: Alfizza)

BARU! Wajib Coba BonCabe Bumbu Rujak Buah

Jujur, aku baru tau kalau BonCabe mengeluarkan varian baru sambal tabur bumbu rujak itu gara-gara main ke supermarket dan melihat display BonCabe. Secara kan packaging sambal tabur BonCabe itu eyecatching, dari kejauhan sudah tampak ada yang berbeda. Ada botol BonCabe dengan kemasan berwarna ungu, wah penasaran, pas dideketin ternyata BonCabe Level 10 Rasa Rujak Buah. Cihuuuy!!! Auto beli pastinya, karena waktu aku tinggal di Bangkok suka banget jajan buah potong pake sambal tabur khasnya. Sekarang ada BonCabe dengan rasa yang gurih, asin, manisnya mirip dan pastinya lebih higienis. Sambal tabur BonCabe Rujak Buah Level 10 ini cocok banget dimakan bareng mangga mengkal, kedondong, nanas, jambu air atau jambu klutuk maupun buah lain yang kamu suka.

BonCabe juga mengeluarkan varian produk Mie BonCabe (Rasa Mie Goreng Level 15 & Rasa Mie Ramen Level 30), Makaroni Krispi (Level 5 & Level 10) dan Makaroni Nacho Chesee (Rasa Keju Pedas Level 2). Wah, makin banyak aja nih varian produknya BonCabe yang bisa memuaskan hasrat makan pedas para pecinta sambal.

Bagaimana kawan, sudah kepikiran mau coba BonCabe Sambal Tabur yang mana dulu? Atau jangan-jangan kamu adalah salah satu bucinnya BonCabe? Spill dong varian favoritmu di kolom komentar dan certain juga alasan kenapa kamu suka banget sama sambal tabur tersebut?

Semoga bermanfaat ya, tetap sehat dan bahagia selalu 😊

Tampaknya produk perawatan wajah dengan klaim ‘pemutih’ atau ‘pencerah’ wajah masih sangat digandrungi oleh wanita Indonesia. Saking banyaknya pilihan produk pencerah wajah sampai-sampai kita bingung harus pilih yang mana. Sebagai orang Indonesia tulen, aku sadar kalau warna kulitku itu bukan tipikal putih pucat melainkan lebih ke kuning langsat atau sawo matang. Makanya, selama setahun belakangan ini aku fokus mencoba produk serum pencerah wajah terbaik yang mampu mengurangi flek hitam, menghaluskan sekaligus melembabkan kulit wajah. Untungnya di awal tahun 2022 ini aku menemukan Pond’s Triple Glow yang mampu mengakomodir semua kebutuhan kulitku.

© Alfizza Murdiyono · Designed by Sahabat Hosting